NABIRE – Ada yang tidak biasa di kawasan SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Nabire pada Senin (19/10/2026) pagi. Pengendara jalan dan para siswa dikejutkan dengan kehadiran Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, yang turun langsung ke jalan raya sejak pukul 06.30 WIT.

Sambil mengurai kepadatan lalu lintas, jenderal bintang satu tersebut tampak memandu anak-anak sekolah menyeberang jalan demi memastikan mereka tiba dengan aman. Tidak sendirian, aksi strong point pagi ini juga diikuti oleh Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, bersama sejumlah personel kepolisian.

Aksi turun ke jalan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Kapolri untuk menjamin rasa aman di ruang publik, sekaligus menyukseskan program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik).

Usai memastikan arus lalu lintas landai, Kapolda Jermias Rontini langsung bergegas menuju lapangan upacara SMA Negeri 1 Nabire untuk bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera.

Di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir, Brigjen Pol. Jermias Rontini membakar semangat para pelajar dengan amanatnya yang penuh motivasi. Ia menegaskan, masa depan Provinsi Papua Tengah berada di tangan generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah.

“Anak-anakku sekalian yang saya banggakan, kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Papua Tengah. Manfaatkan masa sekolah untuk belajar tekun, disiplin, hormati guru dan orang tua, serta bangunlah karakter yang baik,” ujar Jermias memotivasi.

Ia juga meluruskan persepsi, kehadiran polisi di sekolah bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan bentuk pendampingan emosional agar para pelajar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.

#Tiga ‘Pesan Sakti’ Kapolda untuk Pelajar Nabire

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menitipkan tiga pesan krusial yang wajib dijaga oleh seluruh siswa demi masa depan mereka, yakni pertama Perang total terhadap Narkoba.

Kapolda meminta siswa membentengi diri dari zat adiktif. “Jangan pernah coba Narkoba karena penasaran atau ajakan teman. Berani mengatakan tidak pada Narkoba berarti berani menjaga masa depan sendiri,” tegasnya.

Selanjutnya, stop bullying dan kenakalan remaja. Jermias menyentil fenomena perundungan (bullying), tawuran hingga minuman keras. Beliau memberikan definisi menohok tentang arti ‘hebat’ yang sesungguhnya. “Jangan merasa hebat karena ditakuti. Ukuran kehebatan seorang pelajar bukan seberapa besar orang lain takut kepadanya, melainkan bagaimana ia menunjukkan sikap baik, meraih prestasi dan menghormati sesame,” urainya.

Bijak bermedia sosial. Siswa diingatkan untuk tidak terjebak menyebarkan hoaks, melakukan perundungan siber (cyberbullying), atau saling menghina di dunia maya. Teknologi harus diadopsi untuk belajar dan berkarya.

Kapolda juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala sekolah dan para guru atas dedikasi mereka. Menurutnya, menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan membutuhkan kerja tim yang solid antara Polri, sekolah, orang tua dan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, menjelaskan kehadiran pimpinan tertinggi Polda Papua Tengah di tengah-tengah pelajar adalah bukti nyata komitmen Polri terhadap dunia pendidikan.

Melalui program Polidik, Polda Papua Tengah berkomitmen untuk terus meruntuhkan sekat antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memastikan anak-anak di Papua Tengah dapat mengejar cita-cita mereka di lingkungan yang aman dan suportif. (Humas Polda)