NABIRE - Aparat gabungan TNI-Polri bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua Tengah memperkuat kesiapsiagaan pengamanan menjelang penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa Imado di Kabupaten Nabire, Senin (28/09/2026).

Kesiapsiagaan tersebut diawali dengan apel pengamanan yang melibatkan personel Polres Nabire dan Polsek jajaran, Kodim 1705/Nabire, Lanal Nabire serta Satpol PP Provinsi Papua Tengah.

Dalam apel tersebut, seluruh personel diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi massa yang menyampaikan aspirasi. Prinsip 3S, yakni Senyum, Sapa dan Salam, juga ditekankan sebagai bagian dari upaya menciptakan komunikasi yang baik selama pelaksanaan pengamanan.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, mengingatkan personel agar tetap menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta menjaga mekanisme dan hierarki pelaporan.

Setiap perkembangan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan keputusan penting dalam pengamanan, harus dilaporkan secara berjenjang dan berada dalam kendali komando.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima jajaran Intelijen Polres Nabire, titik kumpul massa diperkirakan berada di kawasan Asrama Dogiyai. Namun, aparat tetap mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan massa melalui jalur atau rute lain.

Antisipasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan berjalan secara menyeluruh sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Di sisi lain, personel gabungan juga disiagakan untuk mengawal kegiatan relokasi di kawasan Pantai Maf. Pengamanan kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri dan Satpol PP yang ditempatkan sesuai titik atau plotting yang telah ditentukan.

Seluruh personel kemudian diarahkan menuju lokasi masing-masing menggunakan armada truk untuk melaksanakan pengamanan secara terpadu.

Dengan kekuatan gabungan tersebut, aparat menekankan pentingnya koordinasi, kedisiplinan terhadap SOP dan pendekatan persuasif dalam setiap pelaksanaan tugas.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi maupun kegiatan relokasi dapat berlangsung dengan aman dan tertib, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.(Luk)