Bupati Sentil ASN Suka Dinas Luar
Dalam arahannya, Bupati Mesak mengungkapkan dirinya memegang catatan lengkap terkait frekuensi perjalanan dinas yang dilakukan sejumlah pejabat eselon.

*Perketat Aturan SPPD dan Fokus Pendidikan Daerah Terpencil
NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., secara tegas menyoroti mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai terlalu sering melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (2/11/2026).
Dalam arahannya, Bupati Mesak mengungkapkan dirinya memegang catatan lengkap terkait frekuensi perjalanan dinas yang dilakukan sejumlah pejabat eselon. Ia bahkan membandingkan intensitas mobilitas tersebut dengan dirinya sendiri yang memilih untuk tetap berada di tempat demi mengurus roda pemerintahan daerah.
“Pihaknya juga tekankan kepada seluruh kepala-kepala OPD yang selama ini jalan. Saya tahu di dalam catatan saya, kepala-kepala OPD yang tukang jalan 1 bulan dua kali, tiga kali sampai ke luar, saya tahu. Selagi saya sendiri bahkan sampai 2 bulan saya tidak ke luar daerah, tapi mereka ASN enak ke luar daerah terus,” ujar Bupati Mesak di hadapan ratusan peserta apel.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah daerah mengambil kebijakan ketat guna menertibkan administrasi keuangan dan efisiensi anggaran. Mulai saat ini, kewenangan penandatanganan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) akan dikonsolidasikan langsung kepada pimpinan tertinggi di lingkungan Pemkab Nabire.
“Hal seperti ini sehingga untuk soal masalah tanda tangan SPPD, kita semua akan kembalikan kepada bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, sehingga keuangan bisa proses berdasarkan disposisi atau SPPD yang kita sudah tanda tangani. Sehingga pelayanan itu harus kita lebih maksimalkan,” tegasnya.
Bupati mengingatkan, Kabupaten Nabire memiliki tantangan geografis yang luas dengan cakupan 15 distrik. Oleh karena itu, ia mengimbau para pegawai dan kepala dinas agar lebih memprioritaskan kunjungan langsung ke lapangan ketimbang menghabiskan waktu dengan urusan kedinasan di luar daerah yang kerap tidak memberikan dampak signifikan.
“Lebih banyak karena wilayah kerja di Kabupaten Nabire 15 distrik, lebih baik kita turun lapangan lebih banyak daripada ke luar daerah. Kita ke luar daerah tidak akan membawa sesuatu dampak positif, tetapi kita turun ke bawah lebih banyak kita menghasilkan sesuatu yang baik,” kata Bupati Mesak.
Selain menyoroti disiplin birokrasi, Bupati Mesak juga membeberkan sejumlah persoalan mendasar di sektor pendidikan yang ditemuinya saat melakukan peninjauan lapangan. Salah satu temuan krusial berada di wilayah Rawawidha, di mana proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menghadapi kendala kekurangan tenaga pengajar secara signifikan.
“Saya temukan, dari sini Rawawudo berapa kilo, di SD Rawawudo ini SD kelas 1, 2 mengajar satu ruangan, 3, 4 satu ruangan, 5, 6 satu ruangan. Rawawudo saja,” ungkapnya menyoroti kondisi riil fasilitas pendidikan dasar di daerah tersebut.
Sebagai solusi cepat mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil, pemerintah daerah berencana mengambil langkah strategis dengan memberdayakan potensi lokal yang ada. Kebijakan ini sekaligus diarahkan untuk membantu penataan kepangkatan dan golongan pegawai secara profesional.
“Oleh sebab itu, saya tidak main-main untuk penempatan guru. Justru, tamatan SMA saya alihkan jadi guru di daerah terpencil untuk mengejar kepangkatan golongan yang tadi saya sampaikan, jadikan fungsional,” jelas Bupati Mesak.
Guna menjaga kualitas pengajaran, pemerintah daerah tidak akan melepas para guru alih status tersebut begitu saja. Dinas terkait diinstruksikan untuk segera merancang program pelatihan terarah serta menggandeng lembaga perguruan tinggi guna peningkatan kualifikasi akademik secara berkelanjutan.
“Dinas siapkan Bimtek bagi mereka dari tamatan SMA tapi kita jadikan guru. Bimtek bagi mereka untuk tata cara mengajar. Tetapi, kita harus kerja sama dengan perguruan tinggi lain untuk mereka sekolah bidang pendidikan. Kita akan kerja sama sehingga semua tamatan SMA yang kita fungsionalkan, mereka sekolah di situ. Kita buka kelas dengan perguruan tinggi lain sehingga mereka jadi guru di wilayah kita,” pungkasnya. (sam)
Bagikan artikel ini



