NABIRE – Gelombang, ombak di laut dari Teluk Sarera pindah ke Pasar Sentral Kali Bobo. Tidak. Belum ada tsunami. Tetapi suasana gelombang di laut ketika ombak, terasa ketika melintas di Pasar Sentral Kali Bobo.Kalau di laut, perahu oleng ketika ada gelombang. Lain halnya dengan suasana gelombang di Pasar Sentral Kali Bobo. Tidak ada ombak dan gelombang tetapi ketika melintas di Pasar Kali Bobo, kendaraan roda empat dan roda pasti turun naik ibarat mengarungi gelombang di laut.Suasana gelombang di laut pindah ke Pasar Sentral Kali Bobo karena, jalan lingkar pasar Kali Bobo terutama bagian barat dan timur pasar terdapat banyak kumbangan ketika hujan dan jalan ber-“lobang” ketika kemarau (panas). Kendaraan, terutama kendaraan roda empat melintas di sana ibarat melintas dengan perahu ketika gelombang di laut.Beberapa pedagang yang dijumpai di Pasar Kali Bobo menuturkan, selama ini pedagang membayar pajak dan retribusi tetapi nyatanya, pemerintah belum mau menata lingkungan pasar. Jalan keliling pasar, sudah rusak sejak lama tetapi tidak pernah dilirik oleh pemerintah.Pedagang setempat menilai pemerintah khususnya pejabat di daerah ini, termasuk pejabat teknis jarang masuk ke pasar sehingga tidak pernah menghiraukan kondisi jalan sepanjang pasar.Padahal, kata pedagang, saat musim hujan begini, banyak genangan air yang menyerupai telaga kecil di keliling pasar. Tetapi kondisi seperti ini juga tak dihiraukan oleh pemerintah daerah. Sekalipun pedagang terus mengeluarkan pajak dan retribusi kepada pemerintah sesuai dengan kewajiban pedagang dan warga negara yang baik. (ans)