NABIRE – Masa depan Papua Tengah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, berkarakter dan berani mengambil peran. Karena itu, Generasi Z Papua Tengah didorong tampil sebagai agen perubahan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Generasi Z Papua Tengah bertema “Aksi Nyata Sadar Stunting dan Menyalurkan Energi Positif Bela Negara” yang berlangsung di Guesthouse Nabire, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari yang mewakili Bupati Nabire, unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, narasumber, pelajar, mahasiswa serta perwakilan Barisan Merah Putih Papua Tengah.

Hadir sebagai narasumber Dr. Felix dan Johannes Ramandai, sementara doa pembuka dipimpin Pendeta Matias.

Bukan Sekadar Penerus

Dalam sambutan Bupati Nabire yang dibacakan Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari, Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Generasi muda, kata Bupati, bukan hanya penerus pembangunan. Mereka merupakan kekuatan penting yang ikut menentukan arah masa depan bangsa, termasuk masa depan Papua Tengah.

Tantangan pembangunan pun tidak sebatas membangun infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kualitas SDM, kesehatan masyarakat, pembentukan karakter serta persatuan dan kesatuan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Karena itu, pencegahan stunting dan penanaman nilai-nilai bela negara harus dilakukan sejak dini dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian kita bersama. Upaya ini tidak dapat dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen bangsa,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Burhanuddin.

Gen Z Bicara Stunting

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah persoalan stunting.

Generasi muda diberikan pemahaman bahwa stunting bukan semata persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan dengan pertumbuhan, perkembangan dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Karena itu, pemenuhan gizi, pola makan sehat dan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Edukasi tersebut dinilai penting bagi Gen Z karena mereka merupakan generasi yang kelak akan menjadi orang tua dan pembentuk lingkungan keluarga.

Pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi yang diperoleh sejak sekarang diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun keluarga yang sehat sekaligus melahirkan generasi Papua yang lebih berkualitas.

Bela Negara Tak Harus Angkat Senjata

Ketua Generasi Z Papua Tengah, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perjuangan bersenjata.

Bagi generasi muda, bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana tetapi berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Bagi kita para siswa dan pemuda, bela negara tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan semangat gotong royong, kerja sama, menjaga situasi yang kondusif, aman, dan juga mendukung bagaimana agar generasi kita ke depan jauh lebih baik,” ujar Marsel.

Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan dan gizi agar mampu berkontribusi dalam menciptakan generasi Papua yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Lawan Hoaks, Bangun Ruang Digital Sehat

Peran Gen Z juga diarahkan ke ruang digital.

Pemerintah Kabupaten Nabire mengajak generasi muda menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Media sosial harus menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang benar, membangun optimisme dan memperkuat persaudaraan.

Generasi muda juga diharapkan berani menolak ujaran kebencian, provokasi dan informasi palsu yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

Semangat bela negara, kata pemerintah, dapat diwujudkan melalui penghargaan terhadap keberagaman, pengamalan nilai-nilai Pancasila serta keterlibatan aktif dalam pembangunan.

Dari Forum ke Aksi Nyata

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Gagasan yang lahir dari forum itu diharapkan diterjemahkan menjadi aksi nyata, seperti edukasi antarteman, kampanye sadar stunting di sekolah dan komunitas, serta pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan positif.

Kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa dan Barisan Merah Putih Papua Tengah dinilai penting untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, damai dan sejahtera.

Generasi Z Papua Tengah pun diharapkan mulai mengambil peran dari lingkungan terdekat—keluarga, sekolah hingga masyarakat.

“Marilah kita jadikan Nabire sebagai rumah bersama yang sehat, aman, damai, dan penuh harapan. Ingatlah, generasi yang sehat adalah fondasi bangsa yang kuat, dan generasi yang memiliki semangat bela negara adalah penjaga masa depan Indonesia,” demikian pesan Bupati Nabire.

Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan Papua Tengah membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan program pemerintah.

Dibutuhkan generasi muda yang sehat, berkarakter, memiliki semangat kebangsaan dan berani turun tangan menjawab persoalan daerah. Gen Z Papua Tengah kini didorong untuk tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi mulai menjadi bagian dari orang-orang yang menentukan masa depan itu sendiri. (Luk)