Kapolres Tekankan Pengamanan Humanis dan Sinergitas TNI-Polri Kawal Aspirasi
Dalam apel kesiapan pengamanan, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR menekankan pentingnya sinergitas, kehati-hatian serta pendekatan humanis kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.

NABIRE - Kepolisian Resor (Polres) Nabire bersama jajaran TNI dan Polri kembali memperkuat pengamanan dalam rangka mengawal penyampaian aspirasi Pelajar yang berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).
Dalam apel kesiapan pengamanan, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR menekankan pentingnya sinergitas, kehati-hatian serta pendekatan humanis kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
Kapolres menyampaikan, kegiatan penyampaian aspirasi tersebut rencananya berlangsung kurang lebih empat titik, di antaranya kawasan Pasar Karang, Karang Mulia, Jalan Medan dan Kios Panjang.
“Meskipun cuaca pagi ini kurang bersahabat dan asap kebakaran masih terlihat pekat, kita tetap harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kita sudah berulang kali bersama-sama memadamkan kebakaran, baik TNI maupun Polri,” ujar Kapolres dalam arahannya.
Kapolres Nabire juga mengapresiasi kehadiran seluruh personel, termasuk jajaran TNI, Lanal Nabire, Brimob, Polda, Polres hingga Polsek yang turut mendukung pelaksanaan pengamanan.
Menurutnya, sinergitas antaraparat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun kericuhan selama penyampaian aspirasi berlangsung.
“Inilah sinergitas yang terus kita bangun dan jalankan, sehingga tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menginginkan terjadinya kericuhan,” tegasnya.
Kapolres menegaskan, pengamanan harus dilakukan secara hati-hati namun tetap humanis, terlebih sebagian besar peserta penyampaian aspirasi merupakan kalangan pelajar.
Karena itu, ia meminta seluruh personel memperhatikan cara bertindak, pola komunikasi, serta cara memberikan imbauan kepada massa. “Perlakuan, cara mengimbau dan pola pelayanan kita harus senantiasa diperhatikan,” katanya.
Kapolres Nabire menjelaskan, pengamanan tersebut merupakan pelaksanaan yang ke-16. Sebelumnya, aparat telah 13 kali mengamankan kegiatan di luar agenda persidangan dan dua kali melakukan pengamanan internal saat persidangan berlangsung.
Ia menilai seluruh rangkaian pengamanan yang telah dilaksanakan dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama seluruh pihak. “Bukan karena kekuatan atau kehebatan kita, melainkan karena kasih dan penyertaan Tuhan hal-hal tersebut dapat berjalan,” ungkapnya.
Memasuki pengamanan kali ke-16, Kapolres meminta dukungan penuh seluruh jajaran TNI maupun Polri untuk menjaga hierarki, etika, serta kedisiplinan dalam bertindak di lapangan.
Ia menyebut Danlanal Nabire turut hadir dalam kesiapan pengamanan, sementara Dandim 1705/Nabire masih dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Nabire dan Pasi OPS telah lebih dahulu berada di lapangan.
“Seluruh jajaran TNI maupun Polri, ingatkan personel untuk menjaga hierarki, etika, serta cara bertindak di lapangan agar kegiatan ini berjalan aman, tertib dan lancar,” tegasnya.
Kapolres juga menekankan, kehadiran aparat bukan semata-mata untuk melakukan pengamanan terhadap massa, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi serta menjaga lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.
“Lebih baik kita lelah dari awal hingga akhir, berjalan bersama mereka, menjaga dan melindungi mereka,” ujarnya.
Ia berharap perjalanan massa menuju kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dapat berlangsung dengan lancar, diterima dengan baik oleh pihak terkait, dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir secara damai.
Selain aspek pengamanan massa, Kapolres mengingatkan seluruh personel untuk menjaga perlengkapan dan sarana prasarana yang digunakan selama bertugas.
Mulai dari tameng, rompi pelindung, helm, alat komunikasi (HT), hingga barang-barang pribadi seperti telepon genggam diminta untuk selalu diperhatikan agar tidak tercecer di lokasi kegiatan.
Sesampainya di lokasi, personel juga diminta memperhatikan posisi dan formasi. Personel harus tetap berada dalam barisan dan tidak berjalan atau berdiri secara terpisah dari kelompok.
Kapolres menegaskan, seluruh situasi di lapangan harus dikendalikan melalui mekanisme komando secara berjenjang.
“Segala hal yang terjadi di lapangan dikendalikan secara berjenjang, dari pos komando lapangan ke pengendali medan, kemudian kepada kami atau saya selaku Kapolres melalui jalur komando yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia meminta setiap personel yang menemukan persoalan atau membutuhkan arahan untuk tidak mengambil tindakan sendiri, melainkan menyampaikannya melalui jalur komando yang telah ditentukan.
Dengan pola pengamanan tersebut, Polres Nabire bersama jajaran TNI-Polri berkomitmen menjaga penyampaian aspirasi tetap berlangsung aman, tertib, humanis, serta tidak mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat lainnya. (luk)
Bagikan artikel ini



