NABIRE - Tercatat sebanyak 11 kali, Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, menyisikan waktu untuk duduk bersama masyarakat dan mengingatkan masyarakat soal pentingnya keselamatan diri, keluarga dan lingkungan agar tetap terjaga aman dan nyaman tanpa adanya gangguan dari pihak mana pun.

Pada pertemuan yang ke-11 kali ini berlansung Jumat (30/10/2026) di sepuatar RT 15/RW 03 Kelurahan Siriwini Distrik Nabire. Di mana, kepala suku besar Wilayah Adat Meepago bertemu dan duduk bersama 15 kepala Keluarga dan sebelum kegiatan dimulai diawali dengan doa pembukaan yang langsung di pimpin kepala suku besar.

Dalam awal arahan kepala suku mengatakan, keselamatan diri, keluarga dan menjaga akan lingkungan di mana pun berada atau tinggal itu sangat penting. Pada saat ini sudah beberapa bulan berjalan kita dihadapkan pada musim kemarau berkepanjangan dan belum diketahui kapan musim hujan.

Untuk itu, selaku kepala suku pada kesempatan itu kembali mengingatkan masyarakat 15 KK yang ada di RT 15/RW 03 agar hati–hati dengan yang namanya api dan tidak membakar sampah atau semak/rumput kering, karena akan membahayakan diri dan lingkungan.

“Sepanjang musim kemarau ini juga, bagi kita maupun keluarga yang hendak keluar rumah, jangan lupa untuk memakai masker. Sebab dengan tebaran debu maupun asap di mana–mana juga akan mengancam kesehatan kita, terutama pada saluran pernapasan,” ujarnya.

Sementara itu, soal keselamatan diri dan keluarga, jangan cepat terpancing atau mengikuti dan mendengar isu-isu yang tidak penting dan jaga anak-anak yang memasuki usia remaja agar tidak terlibat aksi-aksi yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

Untuk itu kepada masyarakat RT 15/RW 03, ia mengingatkan jangan hidup dengan iri hati dan benci kepada sesame.

“Lebih baik cukupkan apa yang ada pada dirimu, karena itu yang kita dapat sebagai berkat dari Tuhan pada hari itu untuk dinikmati serta disyukuri. Sebab hidup ini silih berganti,” imbuhnya.

Dirinya tak lupa mengingatkan masyarakat soal adanya Operasi Patuh Lalu Lintas yang dilaksanakan pihak kepolisian. “Kita yang punya kendaraan harus ingat kelengkapan kendaraan dan mentaati lalu lintas,” katanya.

Semenjak Kabupaten Nabire menjadi ibu kota dari Provinsi Papua Tengah, terlihat jumlah penduduk bertambah dan jumlah kendaraan roda dua maupun empat bertambah, yang tentunya berdampak besar terhadap lalu lintas di jalan raya. (des)