Komisi C: Lanjutkan Pembatas Jalur Hijau Dalam Kota
NABIRE – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Linus Doo,SE meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemk
Bagikan
NABIRE – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Linus Doo,SE meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi teknis untuk melanjutkan pembangunan pembatas jalur hijau, pembatas antar jalan dua jalur di dalam kota, terutama jalan Oyehe – Siriwini. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan demi kenyaman bersama dan menghapus “jalan potong (Jalpot) dadakan” di beberapa titik.Linus Doo saat dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (16/5) mengatakan pembatas jalur yang sudah dibangun di tengah kota sudah baik sehingga tidak ada lagi warga yang bisa menyeberang jalur lewat jalpot tetapi melalui tempat yang sudah disediakan. Tetapi di jalaur hijau yang tidak selesai dengan pembatas jalur, ditemukan banyak jalpot. Dan itu, bukan hanya di jalaur hijau yang tidak ada pembatas jalur tetapi juga di sekitar jalur hijau yang sudah ada pembatas jalaur tetapi belum tuntas dan pembatasnya tidak kuat.Oleh sebab itu, Linus Doo meminta agar pemerintah membangun pembatas jalur jalan dua jalur dari Oyehe ke daerah Siriwini. Pembatas jalan tersebut harus kuat segingga sulit dijebol warga untuk membuat jalpot. “Bahannya harus kuat supaya tidak mudah runtuh dan buat jalan potong,” pintanya.Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta kepada instansi terkait untuk mengawasi munculnya jalpot dadakan di jalur hijau. Karena, dengan adanya jalpot di jalur hijau bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan.Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Perhubungan dan Satuan Lantas Polres Nabire bersama-sama dengan Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk mengawasi dan melarang pemakai jalan khususnya pengendara kendaraan roda untuk memotong jalan di Jalpot dengan ketertiban berlalu lintas dan keselamatan bersama.Menurut pengamatan, proyek pembatas jalan dari Siriwini ke Oyehe terkesan “timbul tenggelam”. Karena, sudah dua tahun proyek ini ditangani pemerintah tetapi belum juga tembus hingga Malompo dari Siriwini. Tak cuma itu, material yang sudah disusun saat “setengah” pekerjaan itu terkesan mudah dijebol warga pengendara kendaraan roda dua. Sebab beberapa titik diantara, hanya ditempatkan begitu saja tanpa disekat dengan campuran.Akibat tidak tuntasnya pekerjaan pembatas jalur hijau dari Siriwini ke Oyehe, warga juga pertanyakan, apakah dananya kurang sehingga pekerjaannya “timbul tenggelam” atau dananya sudah ada tetapi menjadi proyek “main-main”.Untuk menangkal tanggapan miring dari warga, Ketua Komisi C, Linus Doo meminta Pemkab Nabire untuk membangun pembatas jalur hijau sepanjang jalan dari Oyehe ke Siriwini dengan material yang kuat sehingga jalur hijau aman ada ketertiban di jalan raya. (ans)
Bagikan artikel ini



