Martinus Maisini Minta Kepala Suku Mee dan Moni Cek Kebenaran Informasi
Martinus meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

NABIRE POS – Intelektual Papua Tengah, Martinus Maisini, mengimbau para kepala suku Mee dan Moni untuk bersama-sama memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar di tengah masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah menjaga keamanan dan mencegah munculnya konflik akibat informasi yang belum terverifikasi.
Pesan itu disampaikan Martinus melalui pesan suara (voice note) yang dibagikan dalam grup WhatsApp pada Senin (19/10/2026), menyusul beredarnya informasi terkait dugaan aksi penikaman yang disebut-sebut melibatkan warga dari kedua suku.
Martinus meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya telah terjadi persoalan antara warga suku Moni dan Mee di kawasan Wonorejo. Namun, menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak semestinya berkembang menjadi persoalan antarsuku.
“Saya berharap kita semua memastikan informasi ini benar, agar tidak meresahkan warga, tidak meresahkan kita semua, dan tidak mengacaukan situasi antara kedua suku ini,” ujar Martinus.
Menurutnya, kondisi keamanan dan hubungan sosial masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, setiap informasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan antarkelompok perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya sebelum ada kepastian.
Martinus juga mengajak masyarakat dari berbagai suku untuk belajar dari nilai-nilai perdamaian yang selama ini dijunjung masyarakat Mee.
“Saya berharap juga untuk kita semua, kita harus banyak belajar dari suku Mee. Suku Mee itu suku yang diberkati oleh Tuhan. Mereka tahu sabar, tahu damai, tahu menerima kenyataan. Sehingga kita suku lain banyak belajar kepada suku Mee,” katanya.
Lebih lanjut, Martinus secara khusus meminta kepala suku Mee dan Moni mengambil peran untuk memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat benar-benar diperiksa dan diklarifikasi.
Ia menilai, informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperkeruh hubungan kedua kelompok masyarakat.
“Oleh sebab itu, saya mohon kepala suku kedua suku ini memastikan informasi ini benar. Informasi ini harus dipastikan baik-baik,” tegasnya.
Martinus mengingatkan agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat merugikan masyarakat luas. Menurutnya, menjaga kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga para tokoh masyarakat, kepala suku, dan seluruh warga.
Ia berharap para kepala suku dapat menjadi pihak yang menenangkan masyarakat sekaligus memberikan informasi yang benar, sehingga tidak terjadi tindakan saling membalas yang dipicu kabar yang belum teruji.
“Karena kejadian kemarin ada oknum-oknum yang sengaja menciptakan situasi ini agar kedua suku ini baku bunuh. Oleh sebab itu, saya mohon Kepala Suku Mee dan Kepala Suku Moni memastikan informasi ini baik agar tidak meresahkan kedua suku ini,” pungkas Martinus.
Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk mengedepankan klarifikasi, komunikasi dan penyelesaian secara damai setiap kali muncul persoalan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, isu yang berkembang tidak menjadi pemicu konflik yang lebih besar dan hubungan harmonis antara masyarakat Mee dan Moni tetap terjaga. (rob)
Bagikan artikel ini



