NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membuka kegiatan Pelatihan Servis Kendaraan Roda Dua bagi Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026. Kegiatan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) ini dipusatkan di ruang praktik SMK Negeri 2 Nabire dan dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 9 November 2026.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, pimpinan instansi terkait, pihak sekolah, para instruktur serta 66 orang peserta pelatihan. Hadir mewakili Bupati Kabupaten Nabire, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sumardi A., S.IP., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, Marselinus Rae, S.Pd., mengungkapkan program ini lahir dari hasil survei lapangan yang mendapati minimnya OAP yang memiliki keahlian memperbaiki sepeda motor. Melalui dana Otsus, pemerintah berupaya memastikan OAP memiliki masa depan, keterampilan dan kemandirian ekonomi.

“Biasanya kami lihat itu tidak ada orang asli Papua yang bisa memperbaiki sepeda motornya, selalu lari ke bengkel yang orang non-Papua. Oleh karena itu, kami memprogramkan pelatihan ini khusus untuk OAP, karena dana Otsus pun harus dinikmati oleh orang asli Papua,” ujar Marselinus Rae saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, dari sekian banyak pendaftar, terpilih 66 peserta yang mendapatkan kesempatan emas ini. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar kelak mampu berdiri di atas kaki sendiri, membuka usaha bengkel mandiri dan tidak lagi bergantung pada orang lain.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Tince Pigome, S.Sos., dalam laporan panitianya menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membekali pemuda dan masyarakat OAP dengan keterampilan teknis otomotif roda dua. Dasar pelaksanaan kegiatan ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Tenaga Kerja Nasional serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Tince merincikan, selain pelatihan servis kendaraan roda dua yang diikuti oleh 66 peserta, Disnakertrans Kabupaten Nabire juga menyelenggarakan pelatihan tata boga di SMK Negeri 1 yang diikuti oleh 58 peserta. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari anggaran Otsus Tahun Anggaran 2026.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian peserta, Pemerintah Daerah melalui Disnakertrans juga telah menyiapkan bantuan peralatan kerja lengkap. Bantuan tersebut meliputi kompresor, kunci ring pas, kunci busi, set kunci shock, kunci T, mesin bor listrik, mesin gerinda listrik, open set mini dan pro, tang, palu, hingga peralatan impact yang akan dibagikan kepada setiap peserta.

“Mereka bisa, mengapa saya tidak bisa? Mereka bisa, pasti saya bisa. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kesempatan emas, jangan lewatkan, ikuti dengan baik, pasti kamu bisa,” pesan Tince memotivasi para peserta.

Mewakili Bupati Kabupaten Nabire, Asisten II Sumardi A., S.IP., berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar tanpa rasa takut mencoba hal baru.

Ia menekankan, faktor geografis asal peserta baik dari wilayah pesisir, perkotaan maupun pegunungan tidak menjadi halangan, sebab kerja keras dan kedisiplinanlah yang menentukan kesuksesan di masa depan.

“Jangan terpikir bahwa kita hanya bisa mencari kerja, kita juga harus memiliki semangat untuk menjadi pelaku usaha dan membuka kesempatan kerja bagi sesama. Gunakan kesempatan yang diberikan melalui program Otsus ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Sumardi, membacakan sambutan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.

Kepala SMK Negeri 2 Nabire, Yanuarius Wakei, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemda serta Dinas Nakertrans yang terus mempercayakan sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar merawat dan menjaga peralatan kerja yang nantinya diberikan dengan penuh tanggung jawab demi keberlanjutan usaha mereka.

Penyelenggaraan pelatihan ini mencakup berbagai materi teknis otomotif yang komprehensif. Materi yang akan diberikan oleh para instruktur berpengalaman meliputi teknik trompol, servis CVT, reset injeksi dan setting ketinggian, penggantian kanvas rem, servis carburetor, bongkar pasang blok silinder, bongkar pasang bodi sepeda motor, pemeriksaan busi hingga penyetelan klep.

Dengan dimulainya kegiatan ini, pihak panitia menegaskan pentingnya tingkat kehadiran dan kedisiplinan peserta selama enam hari pelatihan berlangsung. Pengawasan ketat akan dilakukan melalui daftar hadir harian guna memastikan peserta benar-benar menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur dari SMK Negeri 2 Nabire.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada seremonial pembukaan semata, melainkan mampu melahirkan generasi muda OAP yang terampil, disiplin dan berdaya saing tinggi. Melalui penguasaan keterampilan otomotif roda dua, para peserta diharapkan bertransformasi menjadi wirausahawan mandiri yang sukses di tanah Papua.

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut ditutup dengan resmi oleh Asisten II mewakili pemerintah daerah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi perdana oleh para instruktur kepada seluruh peserta pelatihan di ruang praktik bengkel SMK Negeri 2 Nabire.

Antusiasme tinggi tampak jelas dari para peserta sepanjang kegiatan berlangsung. Bahkan, dalam sesi interaktif seusai pemaparan materi awal, salah satu peserta secara khusus menyampaikan aspirasi langsung kepada pihak instruktur dan pemerintah daerah agar ke depannya para peserta yang telah dilatih juga diberikan dukungan modal usaha lanjutan. (sam)