SUGAPA – Kasus pembongkaran, pencurian dan upaya pembakaran Kantor Bupati Intan Jaya mulai menemui titik terang. Sejumlah Barang Bukti (BB) yang sempat digondol Orang Tak Dikenal (OTK) berhasil ditemukan oleh warga di sebuah lokasi yang berjarak sekitar 2,4 kilometer dari pusat pemerintahan tersebut, pada Rabu (4/11/2026) kemarin.

Penemuan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya alat pemasangan Wifi yang tergeletak di area terbuka. Saat mendatangi lokasi, warga mendapati sepeda motor, brankas serta inverter milik Pemkab Intan Jaya tersembunyi di balik semak-semak. Sepeda motor ditemukan dalam kondisi kunci yang masih tertancap.

Warga setempat langsung bergerak cepat mengamankan sepeda motor tersebut ke Polres Intan Jaya, disusul dengan evakuasi brankas dan inverter bersama aparat ke Mapolsek Sugapa pada siang harinya.

Berbekal penemuan barang bukti ini, masyarakat mendesak Kapolres Intan Jaya dan Kapolda Papua Tengah untuk segera mengungkap dalang di balik aksi kriminal ini. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat kecil, dan kecurigaan kini mengarah pada lingkaran dalam yang mengetahui situasi lapangan.

Apalagi, lokasi Kantor Bupati Intan Jaya sebenarnya berada di posisi strategis yang dikelilingi oleh pos-pos keamanan. Muncul desakan agar Bupati Intan Jaya memberikan izin kepada kepolisian untuk memeriksa sejumlah nama pejabat OPD yang saat ini santer diisukan oleh publik terlibat sebagai aktor intelektual—mulai dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), mantan Sekda, Plt Sekda yang baru, Kadis Keuangan, orang-orang terdekat bupati, hingga oknum aparat keamanan yang bertugas di wilayah tersebut.

“Polisi silakan periksa anak buahnya, sopirnya, orang dekatnya, termasuk aparat keamanan. Kantor Bupati itu ada di tengah-tengah pos keamanan, tidak mungkin tidak diketahui,” ujar perwakilan warga setempat.

Masyarakat menegaskan, mereka tidak sedang menggiring opini demi jabatan atau kepentingan politik. “Ini rumah kami, ini tanah kami. Kami tidak mungkin merusak rumah dan kebun kami sendiri. Jadi periksa oknum kepala OPD, PNS bahkan oknum aparat keamanan bila diindikasikan terlibat,” tegasnya.

#Honai Masyarakat Kerap Menjadi Sasaran

Aksi perusakan ini memicu keprihatinan mendalam, karena Kantor Bupati Intan Jaya merupakan simbol wibawa pemerintah daerah sekaligus ‘Honai’ (rumah) bagi seluruh masyarakat Intan Jaya. Akibat faktor keamanan, seluruh pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretariat Daerah sengaja dipusatkan dalam satu gedung ini agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan aman dan mudah.

Ironisnya, aksi pembongkaran ini tercatat sudah terjadi sebanyak 5 hingga 6 kali. Selama ini, kasus-kasus terdahulu kerap menguap tanpa pengungkapan hukum yang jelas oleh kepolisian, bahkan salah satu kejadian sebelumnya hanya diselesaikan secara damai melalui permohonan maaf oleh oknum anggota TNI.

Kini, dengan ditemukannya barang bukti baru, masyarakat berharap hukum ditegakkan secara transparan dan adil tanpa pandang bulu, baik jika pelakunya adalah ASN, masyarakat umum maupun oknum aparat TNI/Polri. Pemerintah dan aparat harus membuktikan, negara hadir dan tidak kalah oleh tindakan anarkis yang merugikan pelayanan publik. (ist/wan)