NABIRE – Mengawali lembaran baru di bulan Oktober 2026, keheningan yang kudus menyelimuti sudut-sudut Gereja dan Goa Maria di Kabupaten Nabire. Pada Kamis (1/10/2026), ratusan umat Katolik setempat larut dalam kekhusyukan, menyatu bersama miliaran umat Katolik di seluruh penjuru dunia untuk secara resmi membuka Bulan Rosario, sebuah tradisi penghormatan suci kepada Perawan Suci Maria, Bunda Yesus Kristus.

Bulan Rosario bukanlah sekadar rutinitas kalender liturgi tahunan. Tradisi spiritual ini memiliki akar sejarah yang kuat, mendapatkan dorongan masif dari Paus Leo XIII sejak tahun 1883, dan terus hidup menjaga nyala iman Gereja hingga hari ini.

Melalui untaian doa yang didasungkan secara berulang, umat beriman diajak menyelami misteri suci: kehidupan, sengsara, wafat hingga kebangkitan Yesus Kristus melalui kacamata kasih seorang Ibu.

Banyak yang keliru mengira Rosario hanya berpusat pada Maria. Sejatinya, doa ini bersifat Kristosentris—menjadikan Bunda Maria sebagai jembatan suci yang mengarahkan hati manusia langsung pada inti karya keselamatan Yesus.

Bulan Rosario tahun ini membawa 5 misi spiritual mendalam bagi umat dan keluarga Katolik di Nabire, yakni mengenal lebih dekat dengan mengajak umat semakin mencintai dan mengenal Yesus Kristus.

Kedua, meneladani ketaatan dengan mengikuti jejak iman dan kepasrahan mutlak Bunda Maria atas kehendak Ilahi. Selanjutnya, mesbah keluarga dengan membangun kembali altar doa dan kebiasaan mengaji bersama di dalam rumah tangga.

Berikutnya, Syafaat Global menjadi benteng doa bagi keselamatan Gereja, keutuhan keluarga, dan perdamaian dunia. Terakhir, penyerahan jiwa, dengan membawa segala beban, pergumulan dan persoalan hidup ke hadapan Tuhan melalui untaian doa yang tekun.

“Selamat memasuki Bulan Rosario bagi seluruh umat beriman Katolik di mana pun berada. Mari kita jadikan bulan ini sebagai momentum mempertebal iman dan mempererat tali kasih dalam keluarga,” pesan hangat yang bergaung di antara komunitas iman di Nabire. (modes)