Korwil BGN Nabire Apresiasi Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo, Soroti Perhatian terhadap Papua
Pandangan tersebut disampaikan Marsel Asyerem usai melakukan kegiatan Generasi Z yang berlangsung di Guest House Kabupaten Nabire, Jumat (23/10/2026).

NABIRE - Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan pandangan positif terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memasuki dua tahun masa pemerintahan. Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah menunjukkan perhatian terhadap masyarakat kecil, termasuk masyarakat di Tanah Papua.
Pandangan tersebut disampaikan Marsel Asyerem usai melakukan kegiatan Generasi Z yang berlangsung di Guest House Kabupaten Nabire, Jumat (23/10/2026).
Menurut Marsel, kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan keberanian dalam mengambil langkah-langkah tegas, termasuk menghadapi kepentingan kelompok elite yang dinilainya berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan.
Ia berpandangan, ketegasan tersebut dapat menimbulkan ketidakpuasan dari sejumlah kelompok yang kepentingannya terganggu. Namun, dari sudut pandang masyarakat kecil, khususnya di Papua, ia menilai perhatian pemerintah melalui berbagai program menjadi hal yang penting.
“Sebagai rakyat kecil, kami merasa puas karena beliau benar-benar memperhatikan kami, terutama masyarakat di Papua. Beliau juga memiliki konsentrasi dan perhatian yang besar untuk kita, sehingga banyak program yang sudah kita lakukan di Papua Tengah maupun di Papua,” ujar Marsel.
Selain menyoroti perhatian terhadap masyarakat, Marsel juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam mengevaluasi jajaran kabinet dan kementerian. Menurutnya, evaluasi serta pergantian pejabat yang dinilai diperlukan merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas pemerintahan.
Ia menilai, tindakan cepat terhadap persoalan di lingkungan kementerian dapat membantu mencegah hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah maupun pelayanan publik.
“Ketika ada indikasi di dalam tubuh kementerian, beliau langsung melakukan pergantian secepatnya sehingga tidak menjadi virus yang mengganggu stabilitas roda pemerintahan dan kinerja kabinet,” tambahnya.
Marsel juga berpandangan, perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja merupakan langkah untuk memastikan setiap pembantu presiden mampu menjalankan tugas sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, apabila terdapat pejabat yang dinilai belum mampu memenuhi target atau tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, pergantian dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Ia berharap berbagai program pemerintah pusat dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Papua Tengah.
Marsel menegaskan, keberhasilan suatu pemerintahan pada akhirnya perlu dilihat dari sejauh mana kebijakan dan program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. (luk)
Bagikan artikel ini



