NABIRE — Insiden kecelakaan tunggal di kawasan Kali Bobo, Nabire, yang videonya beredar luas di media sosial, diklarifikasi pemilik kendaraan. Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan mobil tersebut merupakan kendaraan pribadi keluarga dan tidak berkaitan dengan operasional maupun pekerjaan BGN.

Klarifikasi itu disampaikan Marsel saat ditemui wartawan di DC Kopi, Jalan Pepera, Distrik Nabire, Senin (7/9/2026) malam.

Marsel menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIT di kawasan Kali Bobo. Saat itu kendaraan hendak dipersiapkan untuk digunakan berangkat ke gereja, namun dikemudikan oleh kerabatnya yang dipercaya sebagai sopir.

“Yang bawa mobil itu saya punya sopir, bukan saya. Sopir saya itu tidak lain saudara saya sendiri,” kata Marsel.

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat mengenai status kendaraan. Menurutnya, mobil tersebut bukan kendaraan dinas, bukan kendaraan berpelat merah, dan bukan kendaraan operasional BGN.

“Mobil itu mobil milik pribadi saya, mobil keluarga yang dipakai oleh semua keluarga. Mobil itu bukan plat merah, mobil pribadi saya, dan juga bukan mobil operasional kantor dari BGN. Jadi tidak ada kaitan dengan kantor dan pekerjaan,” tegasnya.

Mengenai penyebab kecelakaan, Marsel menyebut insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Ia mengatakan pengemudi diduga mengantuk saat mengendarai kendaraan.

“Ini murni laka tunggal akibat mengantuk pengemudi yang membawa kendaraan. Tidak ada korban jiwa, puji Tuhan. Sopir juga aman dan selamat,” ujarnya.

Pascakejadian, sempat terjadi perdebatan terkait kerugian material, terutama tanaman bunga yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Namun, menurut Marsel, persoalan itu tidak berlarut-larut dan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Memang ada debat karena ada yang dirugikan, bunga-bunga dan lain-lain. Itu ada memang, adu mulut. Tapi kami selesaikan dalam waktu satu jam,” katanya.

Marsel menambahkan, personel Satuan Lalu Lintas sempat mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Karena tidak terdapat korban jiwa, persoalan kemudian diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Ia pun meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

“Banyak orang ingin jadi hakim atas musibah apa yang terjadi. Maka mari kita belajar untuk bijaksana,” ujarnya.

Terkait adanya botol minuman yang terlihat di dalam kendaraan dalam rekaman video, Marsel mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai barang tersebut.

“Kalau soal botol yang terlihat di dalam mobil, saya tidak mengetahui. Itu menjadi urusan pribadi pengemudi dan tidak ada kaitannya dengan jabatan maupun instansi,” jelasnya.

Marsel berharap masyarakat melihat sebuah peristiwa secara utuh sebelum mengambil kesimpulan. Menurutnya, rekaman yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan seluruh kronologi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi musibah yang dialami orang lain dan tidak terburu-buru menghakimi sebelum mengetahui kondisi yang sebenarnya,” pungkasnya.

Ia kembali memastikan persoalan kecelakaan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada persoalan yang masih berlanjut.

“Intinya persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan, semua clear,” tutup Marsel. (Luk)