JAYAPURA – Rangkaian Wisuda Universitas Terbuka (UT) Jayapura Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum pengukuhan para lulusan, tetapi juga ruang refleksi dan pertukaran gagasan mengenai masa depan pendidikan di Tanah Papua.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Temu Wicara bersama Direktur Universitas Terbuka Jayapura, Fajar Rahmadhani, S.Kom., M.M., yang dirangkaikan dengan Seminar Wisuda Universitas Terbuka Jayapura Tahun 2026 di Grand Asmat Hotel, Jayapura, Jumat (11/9/2026).

Seminar mengangkat tema “Membuka Cakrawala, Merawat Kearifan: Inovasi Pendidikan Terbuka Menuju Papua Emas” dengan pemateri Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc., Agr., Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih.

Tema tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan Papua terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjaga identitas, nilai dan kearifan lokal dalam menghadapi perkembangan zaman.

Konsep pendidikan terbuka dinilai memiliki ruang strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat Papua memperoleh pendidikan tinggi. Fleksibilitas pembelajaran memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah tetap memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas diri tanpa harus meninggalkan lingkungan maupun aktivitas mereka.

Melalui seminar tersebut, peserta diajak melihat pendidikan bukan sekadar proses memperoleh ijazah dan gelar akademik, tetapi sebagai sarana membuka cakrawala berpikir, membangun kemampuan beradaptasi serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan di Papua.

Di sisi lain, semangat inovasi pendidikan juga diharapkan tetap berjalan beriringan dengan upaya merawat kearifan lokal. Pendidikan yang berkembang di Tanah Papua perlu mampu mengakomodasi perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, tanpa kehilangan akar budaya masyarakat setempat.

Temu wicara bersama Direktur UT Jayapura turut menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan gambaran mengenai peran dan arah pengembangan Universitas Terbuka dalam memperkuat akses pendidikan tinggi di Papua.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Wisuda Universitas Terbuka Jayapura Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 501 peserta dari empat provinsi, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan, mengikuti prosesi wisuda jenjang pascasarjana, sarjana dan diploma.

Dari jumlah tersebut, 59 peserta berasal dari SALUT Nabire, terdiri atas 21 peserta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 26 Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sembilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta tiga peserta Fakultas Sains dan Teknologi.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan pendidikan para mahasiswa UT tidak berhenti pada ruang akademik. Wisuda menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu dan pengalaman mereka kembali ke tengah masyarakat serta mengambil bagian dalam membangun Papua.

Dengan semangat “Membuka Cakrawala, Merawat Kearifan”, pendidikan terbuka diharapkan terus menjadi salah satu jalan untuk melahirkan generasi Papua yang berpengetahuan, berdaya saing dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. (ppn)