Wabup Nabire Tegaskan Penertiban Pantai Bukan Instruksi Gubernur
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawannari menegaskan penertiban aktivitas perdagangan di Pantai Nabire bukan merupakan instruksi Gubernur Papua Tengah.
Pencarian
645 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawannari menegaskan penertiban aktivitas perdagangan di Pantai Nabire bukan merupakan instruksi Gubernur Papua Tengah.
Informasi yang menyebut aktivitas perdagangan dan kegiatan lainnya di Pantai Nabire akan ditutup mulai 6 September 2026 atas instruksi Gubernur Papua Tengah dipastikan tidak benar.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Masyarakat Dogiyai juga memberikan penghormatan secara adat kepada Gubernur Meki Nawipa dengan mengalungkan noken anggrek sebagai simbol penghormatan dan penerimaan atas kedatangannya di wilayah tersebut.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel Youw, dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026), menyatakan informasi yang beredar tersebut merupakan berita bohong atau informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Gubernur kunker dua kabupaten mulai pekan depan. Senin, tanggal 7 di Kabupaten Dogiyai, dan Selasa tanggal 8 di Deiyai,” ujar Emanuel dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).
Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Dogiyai yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar rapat koordinasi pada Rabu, (2/9/2026) pukul 10.00 WIT di Aula KSK Bukit Meriam Nabire.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerukan gerakan doa serentak dan puasa kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta elemen masyarakat lintas agama.
Gubernur Papua Tengah, Meki F Nawipa, SH, mendorong penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar anak sejak usia dini.
Meki Nawipa menegaskan PAUD merupakan fondasi paling mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia. Masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kualitas generasi Papua Tengah di masa depan.
Rumah yang diberi nama Rumah Syukur tersebut diserahkan kepada salah satu warga, Mama Yolmen, dalam sebuah prosesi yang turut disaksikan Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.Y., M.T., Rabu (26/8/2026).