Eksekutif Tanggapi Pandangan Akhir Fraksi
NABIRE – Pihak eksekutif menyampaikan tanggapan eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Nabire atas Raperda
Bagikan
NABIRE – Pihak eksekutif menyampaikan tanggapan eksekutif terhadap pemandangan umum
fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Nabire atas Raperda Kabupaten Nabire tentang
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Nabire tahun 2017. Tanggapan eksekutif dibacakan Wakil Bupati
Nabire, Amirullah Hayim, S.IP, MM, pada lanjutan rapat paripurna istimewa DPRD
Kabupaten Nabire, Sabtu (28/7) lalu. Pada pemandangan umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ada sejumlah hal yang disampaikan dan
mendapat jawaban dari pihak eksekutif. Terkait rehab berat Kantor DPRD
Kabupaten Nabire di tahun 2018, dijawab eksekutif, akan dibahas dalam APBD
Perubahan 2018. Tetang biaya pendidikan yang diusulkan oleh Fraksi PKB, dijawab
eksekutif, biaya pendidikan telah dilaksanakan oleh BPKAD sesuai daftar dana
yang menerima bantuan melalui sumber dana Otsus. Mengenai pokok-pokok pikiran
DPRD sudah termuat atau diusulkan dalam RKPD 2018 dan RKPD 2019 yang selaras
dengan program prioritas bupati dan wakil bupati di dalam RPJMD 2016-2021. Pada pemandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional ada sejumlah hal yang disampaikan dan telah
mendapat jawaban dari pihak eksekutif. Mengenai pengaspalan jalan RT 17
Kelurahan Kalibobo akan menjadi perhatian pihak eksekutif di tahun anggaran
mendatang. Terkait usul pemekaran kampung baru pada prinsipnya pihak eksekutif
sependapat. Namun untuk saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap proses
penyelesaian peningkatan status 8 kampung persiapan menjadi kampung devinitif.
Tentang pembangunan 2 kopel perumahan guru di Kampung Aibore, dijawab
eksekutif, usulan ini akan ditampung dan diprogramkan pada tahun anggaran
berikut dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Terkait dengan Raperda
sampah yang dipending, dijelaskan eksekutif, Raperda pengelolaan sampah telah
mendapat persetujuan bersama DPRD dan bupati dalam sidang tahun anggaran 2017
dan Raperda tersebut sementara dievaluasi di provinsi. Kemudian hal-hal yang perlu dipertanyakan oleh Fraksi PANkepada eksekutif antara lain, terkait
pernyataan tentang Kantor Dinas Sosial Nabire yang terbakar sampai sekarang
belum dibangun kembali, dijelaskan bahwa pembangunan Kantor Dinas Sosial Nabire
akan dibahas pada APBD-P 2018. Terkait jembatan Nabire yang rusak, dijelaskan,
jembatan tersebut berada pada ruas jalan nasional. Sehingga menjadi tanggung
jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Satker Wilayah VII Provinsi
Papua Kabupaten Nabire. Pada pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat ada sejumlah hal yang disampaikan dan telah
mendapat jawaban dari pihak eksekutif. Laporan hasil pemeriksaan terhadap LKPD
Kabupaten Nabire tahun 2017 oleh BPK-RI telah diserahkan kepada Bupati Nabire,
Ketua DPRD Nabire, Inspektur Kabupaten Nabire. Tentang realisasi pajak dan
retribusi daerah, dijelaskan bahwa realisasi pajak 89,75% sedangkan realisasi
retribusi sebesar 44,45%. Total devisit anggaran tahun 2017 yang dipertanyakan
oleh Fraksi Partai Demokrat, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan defisit
adalat total belanja lebih besar dari pada total pendapatan sehingga hal ini
menjadi perhatian bersama pada tahun anggaran berikut. Tentang upaya penanganan
sampah di Kabupaten Nabire telah dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup namun
masih terkendala dengan dukungan sarana prasarana, tingkat kesadaran masyarakat
dan kedepan akan dipertimbangkan penangannya oleh pihak ketiga. Tentang
banyaknya jalan yang rusak akan menjadi perhatian dan diupayakan perbaikannya
pada tahun anggaran mendatang. Tentang potensi wisata di Bihewa dapat kami
jelaskan bahwa sedang dibangun MCK 2 ruang pada tahun anggaran 2018dan sudah
diprogramkan jalan setapak di tahun anggaran 2019. Sedangkan mengenai wisata
Hiu Paus dapat kami jelaskan bawha di tahun anggaran 2018 sudah diprogramkan
beberapa kegiatan pendukungnya. Tentang pertanyaan kapan pelaksanaan pemilihan
kampong devinitif, dapat kami jelaskan bawha akan dilaksanakan sesuai mekanisme
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada pemandangan umum Fraksi Partai Golkar ada sejumlah hal yang disampaikan dan telah mendapat
jawaban dari pihak eksekutif. Pihak eksekutif berjanji akan mengupayakan
pencapaian realisasi penyerapan anggaran pada tahun anggaran mendatang. Pada
kesempatan itu, pihak eksekutif juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi
dan dukungan DPRD untuk sejumlah kegiatan. Diantaranya, pertama, mempercepat
pengembangan dan pembangunan infrastruktur serta konektitas daerah berbasis
mitigasi bencana. Kedua, mewujudkan rasa aman, nyaman dan tentram dalam
kehidupan bermasyarakat. Ketiga, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
aparatur dan kelembagaan melalui penerapan tata kelola pemerintah yang baik,
efisien, bersih yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Keempat,
meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mendorong ekonomi berbasis kerakyatan.
Kelima, meningkatkan kualitas SDM yang sehat, berbudaya, dan berdaya saing
serta berwawasan lingkungan. Pada pemandangan umum Fraksi PDI Perjuanganada sejumlah hal yang disampaikan dan telah mendapat
jawaban dari pihak eksekutif. Pihak eksekutif menyampaikan terima kasih atas
apresiasi Fraksi PDI Perjuangan terkait opini WTP yang diberikan kepada
pemerintah Kabupaten Nabire. Hal ini dapat dicapai oleh karena dukungan dari
pihak legislative terhadap pihak eksekutif. Terkait dengan belanja yang efektif
dan efisien, BPKAD Kabupaten Nabire akan mengupayakan pembelanjaan anggaran
seefektif dan seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan pembangunan di
Kabupaten Nabire. Pembangunan gedung SMP Negeri Moora Kampung Hariti Distrik
Moora merupakan kegiatan yang berasal dari sumber dana Kemendikbud berupa
bantuan pemerintah pusat tersebut langsung masuk ke pengelola. Sehingga Dinas
Pendidikan Kabupaten Nabire memiliki keterbatasan kewenangan apabila tidak
dilimpahkan kewenangan ini dari Kemendikbud RI. Terkait dengan dana kampung,
dana yang berasal dari DD dan ADD untuk penggunaannya sesuai Permendes No. 19
tahun 2017. Usulan tentang pembangunan kantor kampung di setiap kampung yang
bersumber dari DD dan ADD harus merupakan hasil musyawarah masyarakat kampung,
Bamuskam dan kepala kampung. Tentang harapan Fraksi DPI Perjuangan kepada
pemerintah daerah agar lebih intensif membina pemuda pemudi untuk menjadi atlet
yang baik dalam menyongsong PON 2020 di tanah Papua, dijelaskan pihak
eksekutif, pemerintah daerah melalui dinas terkait kerjasama dengan KONI sedang
digalakkan pelatihan-pelatihan disemua cabang olah raga yang ada di Kabupaten
Nabrie dalam rangka menyongsong PON 2020. Terkait Persatuan Sepak Bola
Indonesia Nabire (Persinab), melalui Dispora serta KONI sudah mereorganisasi PSSI
Nabire, dalam waktu tidak lama kita akan mengevaluasi kepengurusan manajemen
Persinab dan diharapkan Berjaya lagi di level tertinggi Liga Indonesia. Cetak sawah tahun 2017 seluas 500 hektar, Wiraska 130 hekatar, Yaro 112 hektar, maidey 198
hektar, dan Wami 60 hektar. Terkait dengan sarana produksi pertanian (Saprodi)
yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh petani telah dikembalikan ke kas
negara pada tahun anggaran 2017. Mengenai dana APBN dari Kemendag sebesar 6
milyar untuk pembangunan Pasar Kalibobo tahun 2017 dapat kami jelaskan bahwa
pelaksanaan pembangunan fisik telah mencapai 100% dan realisasi keuangan sudah
mencapai 100% namun belum dapat digunakan atau difungsikan karena masih dalam
proses hibah dari Kementerian perdagangan RI. Selanjutnya pasar di Karadiri I
yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan RI tidak dapat difungsikan karena
jau dari pemukiman, Pasar di Lagari tidak dapat difungsikan karena sering
terjadi banjir Kali Musairo. Pada pemandangan umum Fraksi Partai Nasdem ada sejumlah hal yang disampaikan dan telah mendapat
jawaban dari pihak eksekutif. Tentang pembangunan Lapter Perintis di Dipa
disampaikan eksekutif telah dianggarkan pada tahun anggaran 2018. Usulan
pembangunan dua buah rumah di Kilo 80 namun di tengah jalan saat ini tidak ada
realisasi, ditanggapi pihak eksekutif, usulan ini akan menjadi perhatian.
Terkait pembangunan usulan rehab ASDP, dinas terkait telah mengusulkan ke
Kementerian Perhubungan dan Balai Transportasi. Masyarakat mengusulkan untuk
membangun dua kopel perumahan guru SD YPPGI Yaiona Distrik Dipa, usulan ini
akan diperhatikan. Masyarakat usulkan kepada dinas terkait ada 8 kampung baru
untuk usulan nomor kode kampung supaya devinitif, hal ini sudah dijawab.
Mengenai pemekaran kampung baru yaitu Kampung Ukagikebo dan pemekaran kampung
baru Gomaida, dijelaskan, pembentukan dan pemekaran kampung dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundang undangan. Fraksi Partai Nasdem usulkan mengenai data
penduduk 15 distrik harus dikasih naik sampai 90% supaya bisa minta pemekaran
Provinsi Papua Tengah dan beribukota di kota madya, tentang hal ini dapat
disampaikan terima kasih untuk dukungannya. Pada pemandangan umum Fraksi Koalisi Nusantara Bersatu ada sejumlah hal yang disampaikan dan
telah mendapat jawaban dari pihak eksekutif. Tentang fungsi koordinasi antara
legislative dan eksekutif dalam rangka membina hubungan kerja, akan menjadi
perhatian pihak eksekutif. Tentang fungsi pengawasan dari legislative, pihak
eksekutif juga sependapat. Tentang usulan lain belum terjawab antara lain, usulan lapangan SMPN 5 Siriwini dijadikan
lapangan PASI usulan tersebut menjadi perhatian pihak eksekutif. Mengenai
realisasi rehab kantor Distrik Teluk Kimi, akan menjadi perhatian eksekutif.
Mengenai pembangunan parit Kampung Sanoba yang disampaikan akan menjadi
perhatian pada tahun berikut. (ros) FOTO : 30-07-18-Jawaban Eksekutif-BW
Bagikan artikel ini



