Komunitas Amoye Kembali Aksi Bersihkan Kota
NABIRE Komunitas Amoye kembali melakukan aksinya, mengerakkan warga membersihkan kota Nabire dari sampah. Aksi tersebut untuk mengguga
Bagikan
NABIRE Komunitas Amoye kembali melakukan aksinya, mengerakkan warga membersihkan kota Nabire dari sampah. Aksi tersebut untuk menggugah warga Nabire agar sadar untuk menjaga kebersihan kota sebagai tanggungjawab bersama di dalam mengelolah sampah dengan kesadaran sendiri. Aksi Komunitas Amoye bersihkan Kota Nabire dari sampah yang dilaksanakan pada Minggu (11/3) merupakan aksi kedua, setelah aksi perdama Komunitas Amoye bersihkan sampah di Pantai Nabire, ahad lalu. Ketua Komunitas Amoye, Bentot YS Yatipai kepada media ini, Minggu (11/3) mengatakan aksi Komunitas Amoye bersihkan sampah yang pertama, Minggu (4/3) lalu hanya diikuti Nabire Ninja Club (NNC) dan de trackher tetapi aksi bersih sampah Minggu (11/3) diikuti oleh beberapa komunitas lain di kota Nabire disamping NNC dan de trackher dan Komunitas Amoye yang sudah mengawali aksi, pekan lalu. Peserta Aksi kali ini sekitar 80-an orang. Kalau kali pertama lalu hanya 40-an tetapi kali ini tambah banyak anggota, jelasnya. Bentot mengatakan sesuai komitmen awal dan hasil evaluasi, sudah sepakat bahwa Komunitas Amoye akan lebih serius memperhatikan sampah di spot Pantai Nabire setiap hari Minggu. Tujuannya, mengangkat moral dan mengajak untuk tidak mengharapkan pemerintah terhadap masalah kebersihan kota tetapi masyarakat juga sadar untuk menangani masalah sampah di dalam kota, menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. Setiap warga diharapkan dengan sadar membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS). Ia menambahkan untuk mengajak warga agar sadar menjaga kebersihan lingkungan, komunitas Amoye akan melakukan aksi meriah pada puncak peringatan 1 tahun Nabire Ninja Club (NNC), 24 Maret mendatang. Karena, hari itu Komunitas Amoye akan menggandeng sesame komunitas se kota Nabire melakukan aksi bersihkan kota. Lewat aksi moral seperti ini, Bentot Yatipai menambahkan mengajak warga di kota ini secara swadaya memanajes sampah, di setiap keluarga, rukun tetangga, rukun wilayah dan kelurahan agar pada akhirnya dengan kesadaran warga membangun TPS di masing-masing lingkungan. Bentot berharap lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire agar memediasi untuk bertemu dengan Dinas Kebersihan untuk masalah TPS dan manajemen sampah di daerah ini sehingga jelas, sampah hasil aksi seperti ini dibuang ke TPS mana. Karena,pengalaman pertama, ada penolakan sampah hasil aksi yang mau ditampung di TPS Oyehe. (ans)
Bagikan artikel ini



