NABIRE - Sebelum adanya informasi dari dinas terkait adanya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka awal bulan September dan program vaksin, lebih banyak murid SMAN 2 Nabire yang terletak di Distrik Wanggar Kampung Bumi Mulia mengikuti vaksin mandiri dengan dukungan orang tua murid.

Karena rata–rata orang tua bersama anaknya ingin pihak sekolah melaksanakan KBM tatap muka. Sebab banyak anak merasa rugi atau tidak puas dengan belajar daring atau luring.

Sementara bagi peserta didik yang telah memiliki riwayat penyakit bawaan, pihak sekolah telah bekerja sama dengan orang tua dan anak tersebut tidak bisa diikutkan pada program vaksin.

“Kami ingin semua anak divaksin, akan tetapi tergantung orang tua murid,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Nabire, Ronald Manibuy, S.Si, M.Pd kepada Papuapos Nabire Senin (13/9/21).

Untuk itu pada program vaksin sekolah, telah diajukan 128 murid untuk divaksnin. Namun dari semua itu berdasarkan hasil skrining atau pemeriksaan, ternyata hanya bisa divaksin 101 murid.

Sehingga selaku kepala sekolah dan dewan guru tidak tinggal diam. Tetapi akan terus memberikan pemahaman bagi peserta didik maupun orang tua murid tentang pentingnya vaksin.

Sebab hingga saat ini selaku guru sendiri tidak tahu kapan Covid-19 ini akan hilang. Sehingga kita perlu mendapatkan tambahan kekebalan tubuh lewat program vaksin.

Dan selaku kepala sekolah SMAN 2 Nabire sangat berterima kasih kepada orang tua murid yang telah lebih dahulu mengajak putra dan putrinya untuk mengikuti program vaksin mandiri. (des)