Pembangunan Perekonomian Masyarakat Asli Harus Dilakukan dengan Pendampingan
NABIRE - Pembangunan perekonomian hendaknya dilaksanakan dengan memberikan pendampingan secara konsisten kepada masyarakat asli Papua dalam
Bagikan
NABIRE - Pembangunan perekonomian hendaknya dilaksanakan dengan memberikan pendampingan
secara konsisten kepada masyarakat asli Papua dalam rangka penguatan ekonomi
kerakyatan dengan mendorong berkembangnya kemampuan ekonomi masyarakat dan
membuka akses masyarakat untuk berusaha serta pemanfaatan sumber daya alam yang
tersedia secara efektif dan bertanggung jawab. Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire terus berperan dalam hal perikanan
kerakyatan mulai dari perikanan tangkap, perikanan budidaya, perikanan
pengolahan dan perikanan pemasaran. Karena perikanan di Kabupaten Nabire yang cukup besar, hendaknya dapat ditingkatkan produksinya,
sehingga peningkatan pemenuhan konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Nabire dan
kabupaten-kabupaten tetanggal yang ada di sekitar Nabire dapat sesuai hasil
laporan dari BPS tahun 2017, bahwa jumlah produksi ikan di Nabire sebesar
10.920 ton atau meningkat 10,6 persen. Sehingga tingkat komsumsi ikan yang dicapai adalah sebesar kurang lebih 40,24 Kg/kapita dalam
setahun, terkait dengan data pencaian jumlah produksi diatas maka pelaksanaan
program dan kegiatan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire tahun
2017 ini, sesuai misi ke-2 Bupati dan Wakil Bupati Nabire. Demikian dikatakan Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos,MAP kepada Papuapos Nabire, Rabu
(8/11), usai penyerahan paket bantuan bagi para nelayan seraya menambahkan,
jika kita ingin membangun orang asli Papua lewat pembangunan perekonomian
mereka, hendaknya harus dilakukan dengan pendampingan yang serius dan
bertanggung jawab. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) lewat Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire
dibeberapa tahun silam dan disaat ini telah memberikan bantuan yang dikhususkan
bagi orang asli Papua di bidang perikanan tangkap dan bidudaya, sehingga dinas
diharapkan tidak langsung lepas begitu saja, akan tetapi terus diberikan
pendampingan secara efektif dan efisien. Karena telah kita ketahui bahwa mulai dari Distrik Wapoga hingga Kampung Goni Distrik Teluk Umar,
telah banyak hasil Sumber Daya Alam (SDA) laut yang hingga kini belum dapat
dikelola secara baik dan professional. Untuk itu, lewat Dinas Kelautan dan
Perikanan masyarakat akan belajar lebih banyak dan kemudian mengelola hasil
laut menjadi sumber penghidupan menuju masyarakat Papua yang maju dan
sejahtera.(des)
Bagikan artikel ini



