NABIRE - Pembukaan perayaan Minggu Paskah bersama yang dilaksanakan Gereja Katolik Santo Paulus SPB pada Paskah tahun 2019, umat katolik dapat mengapresiasikan kepada Pastor Paroki, karena ini sejarah baru yang dapat diciptakan oleh Pastor kepada umat dan hal ini semaunya atau seusia kemampuan umat.Demikian diungkap Ketua Panitia Paskah bersama Kring Pius Degei dan Ketua III Dewan Paroki Santo Yosep Nabar Bapak Yulius Tatogo, seusai perayaan Misa Paskah bersama Minggu (21/4), bertempat di Gereja Katolik  Paulus SPB.Dikatakan Ketua Panitia Pius Degei, selaku tuan rumah menyampaikan kepada seluruh umat yang datang di masing-masing kring meskipun ada penilaian ada kekurangan atau keterbatasan apapun, termasuk segala kelengkapan persiapan, kami tuan rumah menyampaikan mohon maaf sedalam-dalamnya. Akan tetapi, lanjutnya, kita hayati dan renungkan makna atau arti dari kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus yang lahir, mati, wafat di Kayu Salib dan pada hari ketiga Yesus akan bangkit kembali. Itu sebab, satu peristiwa yang mulia yang dilakukan oleh Yesus sendiri kepada kami umat berdosa di bumi ini hingga tugas adalah pelayanan,iman moral dan kesaksian yang baik.Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan III, Yulius Tatogo mengatakan, kami seluruh umat mendukung Pastor Paroki, apabila dipindahkan ke tempat yang lain berarti kasih Pastor Ordo yang sama. Mengapa dikatakan demikian, Pastor Gerry tidak membeda-bedakan suku dan bisa berbaur dengan umat serta dapat berkunjung ke rumah rumah umat kring ke kring lain, itu kami nilai sejarah baru yang dapat diciptakan oleh pastor kami.“Mewakili seluruh umat yang ada dibawah Paroki Santo Yosep Nabar kami sampaikan hal itu dapat ditindaklanjuti secara baik dan berbesar hati yang tulus, khususnya para pemimpin atau Uskup Keuskupan Timika dan ordo bersangkutan dapat dilanjutkan keingingan umat diwujud atau gagal itu ada ditangan bapak Uskup. Kami mohon imbauan kami dapat diteruskan ke ordo,” harapnya. (modes)