NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP, secara tegas meminta kepada seluruh pedagang baik kios, toko dan di sejumlah pasar agar tidak seenaknya menaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di saat pandemi Covid-19. Jika Pemkab Nabire mendapati hal itu, maka ijin operasionalnya tidak segan-segan dicabut. Bupati Isaias Douw, akhir pekan kemarin, melalui siaran persnya lewat Bagian Humas dan Protokol Setda Nabire, mengaku mendapat laporan perihal kenaikan harga Sembako dari sejumlah warga masyarakat. Oleh karena itu, Bupati Nabire memerintahkan kepada tim pengendali harga agar segera mengecek dan mengendalikan harga Sembako di pasaran. “Saya dapat laporan warga bahwa sejumlah toko dan kios dan sejumlah pasar telah menaikan harga Sembako dari harga normal. Ini tidak boleh. Tim pengendali harga segera pantau pasar. Jika kedapatan, catat, saya akan cabut izin. Ini tidak main-main,” kata Bupati, seperti dilansir Kabag Humas Pemkab Nabire, Jeremias Degei, S.Pd. Lanjut Bupati Douw, terkait pembatasan sosial yang ia tetapkan dalam Surat Edaran Bupati nomor 440/862/Set, bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena aktivitas jual beli masih diijinkan berjalan. Yang dibatasi hanya jam operasionalnya saja atau jam tutup buka. Oleh karena itu, bupati meminta agar jangan ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan kondisi tersebut dengan menaikan harga Sembako seenaknya. “Tolong saling kerjasama, mari lawan Covid-19 ini dengan mematuhi semua imbauan agar segera teratasi. Kami sedang kerja keras, tolong kerja sama warga, salah satunya dengan tidak naikan harga Sembako seenaknya,” kata Bupati Isaias. Hasil monitoring terakhir yang dipimpin Asisten II, Thaif Syafiudin pada bulan April 2020 menunjukkan harga Sembako masih normal. Pada bulan Mei ini tim akan melakukan monitoring untuk menjaga stabilitas harga Sembako di pasar. Berikut ini adalah hasil monitoring harga Sembako per April 2020. Beras di Gudang Dolog 700 ton. Akumulasi stok yang ada di seluruh gudang 2000, ton cukup untuk 3 bulan kedepan. Minyak Goreng cukup tersedia di UD Panca Niaga 50 karton, sudah dipesan 100 karton berbagai merk dengan harga kemasan 1 liter 15.000 sampai dengan 16.000. Sedangkan untuk kemasan 5 liter bervariasi dari Rp. 68.000 hingga Rp.80.000. Untuk stok gula, di distributor sangat terbatas sehingga saat ini mereka langsung mengecer. Harga gula curah per sak 50 Kg di tingkat distributor Rp.850.000, sedangkan ditingkat pengecer tidak ada perbedaan baik di Pasar Kalibobo maupun SP 1 sebesar Rp.20.000 per kg.  Untuk mengantisipasi kelangkaan gula pada saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti, Pemda telah menekankan para distributor agar segera menghubungi sentra produksi di Jawa. Sedangkan Kansilog masih menunggu regulasi Impor Gula dari Pemerintah Pusat dalam waktu dekat sekaligus menstabilkan harga gula dikisaran Rp.12.500 sampai dengan Rp.13.000. Terigu, cukup tersedia di pasaran merk kunci biru Rp.16.000 /kg, Terigu curah Rp.13.000 /kg. Ayam potong, distributor PT. Reza Perkasa stok yang ada untuk 3 minggu (5 kontainer) dalam perjalanan 7 kontainer. Harga ayam potong tidak ada perbedaan yang signifikan baik di Pasar Kalibobo maupun SP1. Ukuran kecil 0,8 Kg Rp.40.000, sedangkan ukuran besar 1,2 Kg antara Rp.55.000 hingga Rp.60.000. Daging sapi, harga distributor daging sapi beku dari Jawa Rp.120.000 per Kg, sedangkan sapi lokal daging Rp.150.000, rusa Rp.90.000, jeroan Rp.70.000, paru Rp.108.000, hati ditambah jeroan Rp.140.000. Telur, stok cukup tersedia namun sedikit mengalami kenaikan dari Rp.55.000 /rak menjadi Rp.60.000 /rak. Hal ini disebabkan telur dari Surabaya sebagian besar masih dalam perjalanan. Sehingga kebutuhan masyarakat dipenuhi dari telur lokal Nabire. Tahu, menggunakan bahan dasar kedelai sangat tersedia dengan harga eceran Rp.5000 sampai 7000 rupiag. Cabe, harga sangat tergantung dari hasil produksi petani lokal. Stok saat ini cukup tersedia dengan harga cabe rawit Rp.50.000 /Kg, cabe keriting Rp. 25.000/Kg. Yang perlu diantisipasi adanya lonjakan harga mendekati hari raya. Bawang merah, harga dipasaran berkisar Rp.50.000, /kg sampai dengan Rp.55.000 /Kg. Stok yang ada di pasar mulai terbatas diperkirakan untuk kebutuhan 1 bulan kedepan, sehingga distributor perlu mendatangkan bawang merah. Keluhan dari para distributor pesanan bawang merah biasa menggunakan kapal putih/penumpang dengan adanya kebijakan lockdown ada kendala dalam pengiriman. Apabila menggunakan kapal barang resiko bawangnya rusak di perjalanan. Bawang putih, cukup tersedia dengan kisaran harga Rp.50.000 - Rp.55.000 /kg. Pesanan bawang putih dari sentra produksi bisa menggunakan kapal barang. Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya kenaikan harga maupun kelangkaan Sembako dapat menghubungi tim pengendali harga.(wan)