Peresmian Gedung Asrama Putra KSK Tingkat SMP
NABIRE - Peresmian gedung Asrama Putra Kristus Sahabat Kita (KSK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Gereja KSK Bukit Meriam, berlangsung Senin (8/7/2024) kemarin.

NABIRE - Peresmian gedung Asrama Putra Kristus Sahabat Kita (KSK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Gereja KSK Bukit Meriam, berlangsung Senin (8/7/2024) kemarin.
Yohanes Agus Setiono, SJ sebagai Pastor Dekan Dekenat Teluk Cenderawasih sekaligus Pastor Paroki, ia menyampaikan bantuan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, sudah diterima dan diwujudkan untuk anak-anak asrama.
"Ucapan terimakasih yang tak terhingga, kepada pemerintah, karena ini adalah tangisan dan kita mempunyai kepedulian bersama, menjadi bagian didalamnya, untuk itu mari kita bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita itu," ucapnya.
Ditambahkan, dengan visi Nabire hebat atau menjadikan masyarakat sejahtera, adil dan makmur, maka di situlah keadilan pemerintah bisa dirasakan.
Yohanes Agus mengatakan, mereka adalah generasi mendatang, yang akan meneruskan cita-cita bersama, dengan bangunan ini bukan merupakan akhir, karena mendidik manusia juga membutuhkan hati, membutuhkan energi.
Bangunan asrama ini untuk anak-anak SMP, bapak dan ibu yang mempunyai putra-putri yang berkenan di asrama, ada juga asrama putri.
Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai mengatakan, Nabire ini adalah kota central dari seluruh Papua Tengah. Oleh sebab itu, penduduk Kabupaten Nabire, berbagai suku, bangsa, karakter, agama semua ada di Nabire.
"Pada saat ini saya, bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada jajaran dewan paroki beserta yayasan KSK," katanya.
Mesak Magai menambahkan, program yang sangat mulia, yakni untuk memanusiakan manusia, sehingga melalui program ini, asrama dan pendidikan di sini, pasti akan memanusiakan manusia Papua.
Lanjut Mesak, akhir-akhir ini kondisi keamanan di Kabupaten Nabire, sedikit terganggu, bahwa kesempatan hanya hidup sekali, peran ini bisa bermanfaat. "Oleh sebab itu saya berterimakasih, saya diundang oleh KSK, untuk meresmikan asrama sangat mulai sekali," ucapnya.
Mesak dalam paparnya menyampaikan, semua usaha baik itu bengkel, baik itu meubel, baik siapun dia, untuk membina anak Papua menjadi tuan di atas negeri sendiri, orang Papua harus dibina agar lebih baik.
Kabupaten Nabire sangat rumit untuk membina anak generasi muda, oleh sebab itu, pemerintah mengapresiasi kepada jajaran dewan paroki, yayasan, pastor paroki semua yang sangat mulia.
Mesak Magai beberapa bulan yang lalu mendatangkan anak-anak dari daerah Poronai, setelah melihat kondisi daerah Poronai anak-anak yang sudah sampai umur 9 tahun itu sudah dijodohkan, sudah ambil harta mas kawin, bagi anak perempuan.
Dalam peresmian asrama ini, Gubernur Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ausilius You mengatakan, bagaimana agar anak-anak Papua Tengah, harus mampu mencerdaskan anak bangsa.
Banyak program beberapa tahun ini bagaimana pembahasan biaya pendidikan, beasiswa yang kuliah dalam negeri maupun luar negeri.
Pastor mendirikan sebuah asrama di Kabupaten Nabire, ini merupakan kegiatan yang perdana untuk Provinsi Papua Tengah, sentuhan ini langsung ditanggung oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, dengan dana bantuan hampir satu miliar.
"Begitu saja tidak cukup, bagaimana supaya mungkin ada tokoh-tokoh masyarakat dan kepala-kepala suku, kepada mereka yang merasa pamrih, yang merasa memberikan kegiatan penting," ucapnya.
Lanjutnya, mari kita berdonasi bersama, bagaimana supaya anak-anak nantinya itu, tinggal belajar di tempat ini, agar anak-anak kedepan bisa bertanggung jawab kepada diri sendiri. Kepala keluarga, kepada daerah Papua Tengah, dan juga gereja.
Ausilius mengatakan, hampir sekitar 50 sampai 60 anak yang ingin masuk asrama ini, tetapi tidak cukup, asrama ini hanya mempunyai daya tampung sekitar 30 anak.
Hal senada dikatakan Ketua Panitia Peresmian, Titus Ruban, bangunan asrama ini dibangun oleh pihak ketiga, bangunan asrama yang dibangun memakan waktu sampai 6 bulan, dengan bantuan biaya dari umat paroki, bantuan pemerintah Provinsi Papua Tengah. "Jadi setelah diresmikan hari ini, sore ini juga akan langsung ditempati," tandasnya.
Titus menyampaikan, kapasitas bangunan asrama ini, hanya bisa menampung untuk 30 anak usia SMP, untuk memfokuskan kepada anak-anak Papua.
Program-program asrama, ada tiga poin, yakni mengutamakan karakter, karakter yang dimaksud adalah kehidupan anak di asrama, bagaimana ia harus mandiri. Kedua persaudaraan, ingin tumbuh kembangkan, pada anak-anak bagaimana hidup jauh dari orang tua dan ketiga iman dan motivasi.
"Kami akan memberikan motivasi-motivasi kepada anak-anak dan iman oleh Pastor Paroki," pungkasnya.
Kegiatan peresmian bangunan asrama dihadiri Penjabat Gubernur Papua Tengah, diwakili Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Bupati Nabire Mesak Magai, Edwar Semuel, Pastor Paroki, Ketua Yayasan KSK, Kepala Dinas Dukcapil, Yulianus Pasang dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Tengah.(sam)
Bagikan artikel ini



