NABIRE – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin seperti itulah pantun atau pepatah yang pantas diberikan kepada pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nabire. Pasalnya, saat ini PLN sedang gencar-gencarnya melakukan pemutusan listrik akibat banyak pelanggan yang menunggak hingga ada yang mencapai 120 bulan (10 tahun) tidak membayar listrik, kini dihadapkan lagi dengan masalah baru, yakni tingginya angka susut Kwh mencapai 16 persen dari total penjualan Kwh. Manager Rayon Nabire Mutakin, di sela-sela kesibukanya kepada awak media ini kemarin melalui pesan singkat WhatsAppnya menjelaskan, susut Kwh yang dimaksud itu, yaitu hilangnya kwh yang tidak terukur oleh meteran milik PLN akibat adanya pencurian/penyadapan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang  tidak bertanggung jawab. Lanjutnya, baik dilakukan dengan cara penyadapan atau pengambilan langsung listrik dari kabel induk, mengotak-atik alat ukur/meteran, melakukan pembesaran daya/mengganti limit yang lebih besar dan sebagainya. Ia menekankan, untuk hal yang satu ini PLN tidak ada kompromi mengingat perbuatan tersebut merupakan tindakan melanggar hukum dan sangat merugikan PLN. Pihaknya akan melakukan operasi serius dan apabila ditemukan akan diproses dan didenda sesuai aturan yang berlaku. “Kenapa merugikan, saya berikan contoh seandainya Kwh kita jual Rp.10 juta kwh/bulan kemudian susut 16% berarti, 1,6 juta Kwh hilang setiap bulan. Bapak bisa bayangkan kalau 1,6 juta X harga/kwh Rp.1400, berarti PLN Nabire kehilangan uang sebesar 2,2 miliar setiap bulannya,” ketusnya. Diakhir komentarnya, selaku top pimpinan di Nabire dirinya menghimbau kepada seluruh pelanggan PLN Nabire khususnya agar jadilah pelanggan yang cerdas, yaitu pelanggan yang menggunakan listrik secara legal dan membayar rekening listrik tepat pada waktunya (tanggal 1 - 20 pada setiap bulan berjalan). Kemudian kepada masyarakat yang sudah menikmati listrik, tambahnya, namun tidak resmi penggunaanya agar segera mengurusnya agar pada saat menikmati terangnya listrik tidak dibayangi rasa takut dan berdosa. Apalagi untuk pengurusan penyambungan baru dan tambah daya sudah sangat mudah dan transparan. “Untuk diketahui saat ini PLN sedang ada program Gebyar Ramadhan, yaitu penambahan daya discount 50% untuk pelanggan umum dan discount 100% untuk tarif sosial/rumah ibadah atau sekolah, manfaatkan kesempatan baik ini karena hanya berlaku selama bulan Ramadhan 1439 H,” pungkasnya.(wan)