Vaksin Wajib Bagi Guru, Anak Murid Tergantung Orang Tua
NABIRE - Program kegiatan suntikan vaksin bagi guru telah menjadi hal yang wajib dan sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Tetapi vaksin b
NABIRE - Program kegiatan suntikan vaksin bagi guru telah menjadi hal yang wajib dan sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Tetapi vaksin bagi murid tergantung orang tua murid.
Sehingga pihak sekolah tidak harus didorong untuk melaksanakan kegiatan atau program suntikan vaksin bagi peserta didik. Karena semunya ini sangat dilematis yang pada intinya pihak sekolah bisa disalahkan.
Sebab antara program pemerintah untuk suntikan vaksin, tidak begitu dipahami oleh masyarakat. Tetapi masyarakat termasuk orang tua murid lebih percaya pada berita–berita hoax yang sedang beredar di berbagai media soaial (Mendos).
“Untuk itu selaku pihak sekolah membutuhkan waktu yang cukup panjang guna memberikan edukasi bagi anak. Tetapi juga kepercayaan kepada orang tua apa tujuan dan manfaat dari vaksin,” kata Kepala Sekolah SMA Bhakti Mandala, Agustinus Ambadatu kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu.
Ditambahkan, tidak semua murid SMA Bhakti Mandala divaksin tetapi KBM tatap muka tetap jalan.
Dikatakan, berbagai informasi lewat Medsos yang bersifat hoax soal vaksin lebih dipercaya oleh orang tua dan masyarakat. Sehingga untuk program vaksin tidak segampang kita membalikan telepak tangan.
Dan bagi guru SMA Bhakti Mandala, dari guru yang berstatus PNS hingga guru honor telah 99% orang guru yang resmi divaksin. Sehingga sangat dilematis sekolah mau melakasanakan vaksin bagi murid.
Dikemukakannya, sekolah untuk beberapa waktu lalu sudah melaksanakan KBM tatap muka bagi semua murid dengan sistim ganji genap. Tetapi dengan syarat ada dukungan surat pernyataan dari orang tua murid.
Dan semenjak KBM tatap muka dimulai, setiap pagi anak atau peserta didik diukur suhu badannya baru bisa diperbolehkan masuk kelas dan mengikuti KBM tatap muka.(des)
Bagikan artikel ini



